Kunjungan PiranhaMas Group ke "Batagor Jepang Takashi Mura"

Selasa, 17 April 2012. Kami keluarga PiranhaMas Group mengadakan Study Banding untuk yang kesekian kalinya.  “BATAGOR JEPANG TAKASHI MURA”, itulah target kami untuk study banding kali ini. Letaknya tidak jauh dari tempat PSG kami, yaitu di Jl. Simpang Borobudur 8G Blimbing – Malang. Acara dimulai pada pukul 10.00, jadi pada pukul 09.30 kami sudah harus berangkat. Tidak seperti sebelumnya, kami berangkat dengan lancar tanpa ada sedikit masalah. Setelah sampai disana, kami sudah disambut oleh beberapa orang. Yang salah satunya bernama Bapak Arif. Tetapi karena lokasi yang tidak memungkinkan untuk kami semua duduk, akhirnya kami semua dipersilahkan untuk naik ke lantai dua. Dan ternyata di lantai dua ada banyak kursi-kursi yang sudah tertata rapi dengan LCD didepannya. Setelah kami semua duduk, Pak Arif mulai menjelaskan. Dan dengan segara kami mengeluarkan buku untu mencatat.

DII (Dapur Inspirasi Indonesia) dibentuk pada tahun 2006 oleh Pak Ridwan. Saat itu mulai diadakan sebuah pelatihan untuk mahasiswa yang disebut Inspirasi Sukses Indonesia. DII saat itu bertempat di Ijen di sebuah café, kemudian pindah ke Jalan Semanggi Timur. Disana mencoba untuk bisnis menjual pulsa, karena pada saat itu masih jarang orang yang menjual pulsa. Bisnis pulsa dijalankan sampai tahun 2008. Karena mendapat saran dari seorang pelanggan, maka mereka menjalankan meode FRANCHISE yaitu WARALABA.

DII (Dapur Inspirasi Indonesia) terbagi menjadi beberapa cabang, yaitu:

  • Dapur Edukasi yang bertujuan hanya untuk mengadakan event-event,  dipegang oleh Bapak Herman. Dapur Edukasi ini juga terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

–          BOS atau Bisnis Our School, ditujukan untuk pelajar atau mahasiswa.

–          ISI-TC yaitu Penyelenggara.

–          WU yaitu Waralaba University, sebuah seminar yang ditujukan untuk seseorang yang sudah mempunyai usaha tetapi tidak tau cara mengolahnya.

  • Dapur Digital untuk Advertising, misalnya membuat bsosur, packing, dll. Dipegang oleh Bapak Galuh dan Bapak Taufik.
  • TMG (Takashi Mura Group).

–          BJTM (Batagor Jepang Takashi Mura) dipegang oleh Ibu Ririn.

–          TMF (Takashi Mura Food) dipegang oleh Bapak Davit.

  • Easy Group.

–          Plaza Dinar dipegang oleh Bapak Arif.

–          Easy Group dipegang oleh Bapak Iskandar.

Mereka menggunakan nama Batagor Jepang Takashi Mura dikarenakan visi uniknya. Dan kenapa mereka tidak menjual makanan lain melainkan menjual Batagor, selain karena sudah sreg dengan Batagor, jugak karena banyak yang suka dengan makanan ini, dan juga adanya peluang. Kami juga menyanyakan tentang pembuatan logo BJTM, pembuatnya adalah Bapak Iskandar. Beliau mengatakan bahwa ide dari pembuatan logo tersebut didapat dari beberapa survei. Logo tersebur ternyata tidak asal membuat saja, tetapi ada makna didalamnya, missal:

–          Warna hijau dan kuning, mereka memilih warna tersebut karena warna hijau dan kuning tersebut termasuk warna yang cerah, dan juga karena pada saat itu jarang ada yang menggunakan warna hijau dan kuning.

–          Bintang berjumlah lima, mereka ingin membuat Batagor Jepangnya  seperti makanan bintang lima.

–          Dan font atau tulisan, mereka ingin siapa saja yang melihat dapat membacanya dengan jelas.

 

Dalam logo tersebut juga terdapat gambar seorang laki-laki yang sedikit berkumis, disebut sebagai MASKOT. Dalam maskot tersebut terlihat lebih banyak memakai warna merah, dikarenkan warna merah adalah warna yang semangat, dan dapat menarik perhatian.

 

Setelah Bapak Arif dan kawan-kawan member penjelasan kepada kami, lalu kami dipersilahkan untuk melihat ruangan Dapur Digital. Ruangannya biasa, hanya satu computer yang ada diatas meja. Salah satu pekerja mengatakan,”biarpun tempatnya sederhana tetapi ordernya banyak”. Disana kami berbincang-bincang lagi. Dan setelah mengobrol lama, kami diajak turun kebawah untuk mencoba membuat Batagor Jepang sendiri. Setelah membuatnya kami pun dipersilahkan untuk memakannya. Setelah semua selesai, kami pun berpamitan.  Saya ingat perkataan dari Bapak Taufik, bahwa jika kita ingin membuat sebuah design atau konsep sebaiknya kita mengumpulkan data dan survei terlebih dahulu.

BY: DWI NOPA PUTRI

Leave a Reply

Your email address will not be published.